Total Pendapatan Hadiah Ginting dan Jojo Tahun 2019


Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie adalah dua atlet Indonesia yang diharapkan mampu meneruskan kejayaan bulutangkis Indonesia di sektor tunggal putra yang kini bisa dikatakan kurang moncer.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, mereka harus mampu menunjukan kalau tunggal putra Indonesia masih bertaring dan patut diperhitungkan. Tidak hanya China, kini mereka juga harus siap menghadapi wakil dari Jepang, Denmark, India, dan negara-negara lainnya yang sedang tumbuh kuat.

Prestasi Ginting dan Jojo (sebutan Jonatan Christie) memang tidak terlalu buruk. Di tahun 2018 mereka mampu meraih gelar prestisius masing-masing, yaitu juara BWF World Tour China Open 2018 Super 1000 untuk Ginting dan juara Asian Games 2018 Jakarta-Palembang untuk Jojo.

Walaupun demikian, mereka masih dinilai inkonsisten. Ginting misalnya, dia harus mengawali performa awal tahun 2019 dengan banyak kekalahan di round-round awal. Hingga Juli 2019, prestasi tertinggi Ginting adalah runner-up di Singapore Open 2019 (World Tour Super 500) dan Australia Open 2019 (World Tour Super 300).

Di final Singapore Open 2019 Ginting dikalahkan oleh musuh bebuyutannya Kento Momota dari Jepang. Sementara di final Australia Open 2019 dia dikalahkan oleh temannya sendiri, yaitu Jojo.

Saat di Singapura sebenarnya Ginting berpeluang menjadi juara setelah memenangkan game pertama dan sempat unggul di game kedua dan ketiga. Namun apa daya, Momota masih terlalu kuat untuk dapat Ginting tumbangkan.

Lalu dengan Jojo. Dia sempat membuat kejutan di Malaysia Open 2019 dengan mengalahkan Momota di babak kedua dan Axelsen di babak perempatfinal. Keduanya merupakan juara dunia edisi tahun 2017 dan 2018.

Akan tetapi, di babak semifinal Jojo harus mengakui keunggulan wakil China Chen Long. Hal itu membuat Jojo harus puas menjadi semifinalis di turnamen BWF World Tour Super 750 dengan hadiah total hadiah sekitar Rp 10 Miliar tersebut.

Di awal Mei dan Juni Jojo berhasil memenangkan medali emas untuk Indonesia di New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Di partai final NZO 2019 dia sukses menekuk wakil Hong Kong Angus Ng Ka Long dua set langsung.

Walaupun Jojo menang di turnamen BWF Super 300, itu adalah salah satu modal yang bagus bagi dirinya untuk dapat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Hal itu karena kualifikasi ke event olahraga terbesar di dunia tersebut dimulai dari New Zealand Open 2019.

Lalu di bulan Juli Jojo berhasil melangkah ke partai final Japan Open 2019, tapi dikalahkan dua set langsung oleh wakil tuan rumah, Kento Momota.

Bagaimana dengan total pendapatan hadiah Ginting dan Jojo di tahun 2019?

Hingga turnamen yang di gelar di Tokyo tersebut, Ginting sudah berhasil mengumpulkan total hadiah sebesar USD 36.040 (sekitar Rp 500 Jutaan). Sedangkan Jojo sudah mendapatkan total hadiah sebesar USD 76.630 (sekitar Rp 1,1 Miliar).

Di tahun 2019 (hingga bulan Juli) ini pemain bulutangkis tunggal putra yang telah mendapatkan total hadiah terbesar adalah Kento Momota dan Chou Tien Chen. Mereka masing-masing sudah mengumpulkan pundi-pundi uang sebesar USD 209.525 atau sekitar Rp 3 Miliar dan USD 132.998 atau sekitar Rp 1,9 Miliar.

Source: BWF

Belum ada Komentar untuk "Total Pendapatan Hadiah Ginting dan Jojo Tahun 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel